Minggu, 5
Maret 2017
HARI MINGGU
PRAPASKAH I
[Kej. 2:7-9; 3:1-7; Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17;
Rm. 5:12-19; Matius 4:1-11]
WASPADALAH
PADA ‘PROMOSI-PROMOSI’ MENGGIURKAN DARI IBLIS!
Setelah turun dari kereta di Stasiun Lenteng Agung,
dan melanjutkan perjalanan dengan angkot 219, saya iseng menghitung toko-toko
serba ada, di sepanjang Lenteng Agung sampai Kelapa Dua. Dari perhitungan saya
yang iseng itu, terkumpullah angka 23 buah toko serba ada, yang terkenal dengan
kasir dan pelayannya yang ramah, yang selalu menyapa dengan : “Selamat datang
di I*****et, selamat berbelanja!” Semenjak beberapa tahun lalu, toko-toko serba
ada ini berkembang pesat bak jamur di musim hujan. Namun, yang menjadi andalan
dari toko-toko serba ada ini adalah keragaman barang yang ditawarkan, mulai
dari makanan, alat mandi, sembako, sayuran, pulsa, beli tiket, bayar listrik,
gas dan seterusnya, sehingga banyak orang mengandalkan toko-toko serba ada ini
untuk berbelanja. Namun, tunggu sebentar, bahwa di balik kelengkapannya ini,
ada bahaya tersembunyi yang menyeruak di baliknya. Salah satunya adalah
promo-promo menggiurkan yang lagi-lagi menggunakan kasir sebagai ujung
tombaknya. Tidak heran, niatnya cuma beli sabun dan shampoo, namun pulang bisa
membawa handuk yang kebetulan sekedar promo. Selain itu, penataan tempat dan
cahaya dari toko-toko serba ada diatur sedemikian rupa, sehingga orang betah
berlama-lama untuk menimbang-nimbang membeli barang-barang yang ditawarkan. Dan
dalam benak, sembari merenungkan bacaan Injil hari Minggu Pra Paskah ini, Iblis
itu barangkali seperti toko serba ada, yang selalu punya cara mengiming-imingi
manusia untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukan. Iblis
selalu punya ‘promo-promo’ menggiurkan sehingga manusia tertarik untuk
melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Setan tahu persis kebutuhan sekaligus
kelemahan-kelemahan manusia.
Dalam bacaan Injil, dikisahkan bahwa Yesus membiarkan
diri digodai oleh Iblis. Namun, mengapa Dia bersedia digodai Iblis? Tentu,
bukan untuk kepentingan DiriNya sendiri, namun dilakukan justru demi
kepentingan manusia, supaya manusia juga belajar, cara menghadapi godaan-godaan
Iblis dengan tepat, sehingga manusia menjadi semakin yakin bahwa hanya kepada
Tuhanlah segala sesuatu telah dicukupkan. Ujian pertama dari Iblis, adalah
ujian material, atau kebutuhan-kebutuhan hidup. Iblis berkata: “Jika Engkau
Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Roti adalah
simbol kebutuhan hidup, atau materi. Iblis tahu bahwa Yesus baru saja
melaksanakan puasa 40 hari 40 malam, dan tentu saja sedang sangat-sangat lapar.
Iblis seolah memberi ‘jalan keluar’, dengan mengusulkan Yesus mengubah batu
menjadi roti, agar mendapatkan makan. Namun Yesus tidak menuruti, dan berkata:
“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari
mulut Allah.” Masalah materi, ekonomi kebutuhan hidup, kadang membuat banyak
orang meninggalkan Tuhan, bahkan nekat mengandalkan kuasa-kuasa gelap. Ujian
kedua, ujian tentang popularitas. Yesus dibawa Iblis ke bubungan bait Allah dan
kemudian berkata: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada
tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka
akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada
batu.” Yesus tidak tergoda untuk melakukan ini, apalagi kalau hanya ingin mendapatkan
sorak-sorai, tepuk tangan dan puji-pujian dari orang yang melihatNya, dan
menjawab Iblis: ”Ada tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Godaan
popularitas mewabah di dalam banyak bidang hidup, bahkan dalam
pelayanan-pelayanan kita, sehingga kita tidak lagi mewartakan Allah, tapi
justru mewartakan diri sendiri. Ujian ketiga, ujian tentang kekuasaan. Iblis
menawarkan segala isi dunia kepada Yesus, dengan berkata: “Semua itu akan
kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Namun, Yesus berkata:
“Enyahlah Iblis!” Hari-hari ini, banyak orang yang menjual iman dan keselamatan
karena tergiur oleh jabatan, pasangan hidup dan banyak hal yang ditawarkan oleh
dunia.
Di Minggu Pra Paskah I ini, kita langsung dihadapkan
pada macam-macam godaan yang menjadi sumber dosa manusia, dan Yesus berhasil
menaklukkan godaan-godaan tersebut, maka semoga kita senantiasa dimampukan
untuk melawan godaan-godaan tersebut.
Selamat pagi, selamat berhari Minggu dalam Tuhan. GBU.
#james5buceng2

