[Ibr. 12: 4-7,11-15;
Mzm. 103:1-2,13-14,17-18a; Mrk. 6:1-6]
HATI YANG BEBAS DAN
MERDEKA DEMI KERAJAAN ALLAH
Mudik! Ya, mudik
adalah tradisi yang dijalankan ketika orang-orang yang merantau, pulang sejenak
ke rumah orang tua, sekedar menyapa, atau ‘say-hello’, dan tentu saja berjumpa
dengan sanak saudara. Mudik adalah momen langka, tidak bisa setiap hari, dan tentu
saja, menghadirkan sukacita. Bagi orang-orang tertentu,
mudik juga menjadi
sarana untuk ‘membanggakan-diri’ karena telah memperoleh kesuksesan di
perantauan. Namun, kalau hendak membandingkan dengan apa yang terjadi dengan
Yesus dalam kisah Injil hari ini, Yesus justru ditolak oleh orang-orang di
kampungNya. Bukankah sebaliknya, mereka harusnya berbangga karena seorang
Mesias dibesarkan di kampung mereka. Yesus menjadi ‘idol’ di tempat lain, namun
tampaknya gagal di rumah sendiri, karena Ia diusir, dan bahkan diancam akan
dibunuh. Alasannya adalah karena Yesus hanya seorang anak tukang kayu yang
sederhana, yang membuat orang ragu dengan kemampuan serta kebijaksanaan yang
dimiliki-Nya.
Dari penolakan yang
dialami Yesus ketika ‘mudik’ ini, kita belajar tentang kemerdekaan hati. Yesus
adalah pribadi yang memiliki kemerdekaan hati: berbicara, mengajar, dan berbuat
baik sesuai dengan kebenaran yang harus Ia wartakan, yaitu Kerajaan Allah.
Yesus tidak ambil pusing dengan tanggapan orang lain, karena Ia juga tidak
sedang mencari popularitas dan menjaring penggemar. Ia tidak memilih posisi
yang menguntungkan karena Ia tampil sesuai dengan tugas yang diberikan oleh
Bapa. Yesus adalah pribadi yang merdeka dan lepas bebas; tidak peduli soal
sukses, tenar, nama baik, harga diri apalagi kehormatan, karena untuk itu, Ia
punya caranya sendiri. Maka, meneladan Yesus yang merdeka hati dalam mewartakan
kebenaran, kita pun diajak untuk merdeka hati dalam hidup sehari-hari. Karena,
jamak terjadi di hari ini, kebaikan dan kebenaran ‘disamar-samarkan’ dengan
uang, iming-iming jabatan dan pencarian popularitas. Maka, mari kita jadikan
hati kita, hati yang merdeka dan lepas bebas.
Selamat pagi,
selamat menghayati hati yang merdeka dan lepas bebas. GBU.
#james5buceng2

