Kepada Saudaraku terkasih, Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta,
Saudara terkasih, saya ingin menyapa Anda dan menegaskan
kedekatan persaudaraan saya pada saat ini ketika Gereja meminta dari
Anda bentuk pelayanan baru, pelayanan yang tidak berkaitan dengan
kehormatan duniawi, tetapi panggilan untuk memberikan diri secara lebih
utuh dan kesaksian hidup yang konsisten.
Merupakan harapan hati saya yang terdalam, karena sekarang Anda
telah mendapat tempat sebagai anggota Klerus Roma, Anda akan dapat
menghayati keutamaan-keutamaan yang merupakan ciri martabat Kristiani,
kesetiaan dan ketaatan sampai menumpahkan darah yang secara tradisional
dilambangkan oleh jubah merah para kardinal.
Di mata dunia, pengangkatan ini biasanya dilihat sebagai promosi,
langkah baru, menaiki tangga atau keanggotaan dalam suatu lingkaran
orang-orang terhormat. Cara berpikir seperti ini gagal untuk memahami
dan sungguh mengaburkan makna yang benar dari kekardinalan. Oleh sebab
itu, saya mendorong Anda dengan semangat persaudaraan yang mendalam
untuk menghindari perayaan yang bercorak duniawi.
Benar bahwa umat beriman di Gereja keuskupan Anda dan orang-orang
yang membantu Anda dalam karya Anda merasa gembira karena Anda diangkat
menjadi kardinal dan ingin merayakannya. Pastikan bahwa syukuran itu
sederhana, ditandai dengan rasa perasaan Gerejawi dan ugahari injili.
Ketika saya berpikir mengenai Anda masing-masing, satu kata masuk
di dalam diri saya “bela rasa.” Semoga tahap baru dalam hidup Anda
menambah besar kemampuan Anda untuk berbelarasa dan membantu Anda untuk
semakin dekat mengikuti Yesus. Bela rasa bagi semua pribadi, laki-laki
maupun perempuan yang karena menjadi korban dan dijadikan budak oleh
begitu banyak kejahatan dengan penuh harapan mendambakan sikap kasih
yang lembut dari mereka yang percaya kepada Tuhan.
Saya siap melayani Anda, jangan lupa berdoa untuk saya. Semoga
Yesus memberkati Anda dan perawan Maria menjaga Anda. Salam
Persaudaraan.
sumber : dokpen kwi
