--“KAWAN-KAWAN SEPERJALANAN”—
Sabtu, 2 September 2017
[1Tes.
4:9-11; Mzm. 98:1,7-8,9; Mat. 25:14-30]
TANGGUNGJAWAB BERBUAH LIMPAH
Di seminari, ada yang disebut
dengan ‘kebidelan’. Kebidelan ini semacam seksi yang bertanggungjawab terhadap
tugas-tugas tertentu. Maka, di seminari ada bidel ternak, bidel kebun, bidel
komputer, bidel motor dan seterusnya. Masing-masing kebidelan, memiliki job
description yang jelas, sehingga setiap sudut seminari dapat diperhatikan
dengan baik. Kebidelan semacam ini, akan berganti setiap satu semester sekali.
Selama hampir tujuh tahun, sudah sekian macam kebidelan yang saya jalankan,
mulai dari bidel refter (ruang makan), bidel teater, bidel pastoral, bidel
liturgi, bidel rekreasi dan macam-macam lagi. Yang jelas, setiap tugas
kebidelan mengajak kami untuk bertanggungjawab penuh pada tugas yang diberikan,
sehingga masing-masing anggota komunitas dapat terlayani dengan baik.
Hari ini kita mendengarkan
perumpamaan tentang talenta. Talenta tak ubahnya sebagai sebuah tanggungjawab.
Pemuda yang sadar bahwa talenta itu adalah tanggungjawab, maka dia
menjalankannya dengan baik, bahkan membuatnya berkembang menjadi
berlipat-lipat. Namun, ada juga pemuda, yang barangkali tidak paham tentang
arti tanggungjawab, maka dia memilih untuk menyimpannya saja, cenderung diam
dan pasif, sehingga talenta itu berjumlah tetap, bahkan ketika tuannya pulang,
talenta itu diambil daripadanya. Setiap dari kita juga punya tugas dan
tanggungjawab yang dikerjakan, dan kadang tanggungjawab itu justru tak berbuah
ketika menjadikannya sebagai beban. Sebaliknya, tanggungjawab sungguh menjadi
buah limpah, ketika kita menyadarinya sebagai sebuah sarana untuk memuliakan
Tuhan dan melayani sesama.
Selamat pagi, selamat
menjalankan segala tugas dan tanggungjawab dengan gembira dan sukacita. GBU.
#jakal7#frdidik#20

