Kamis, 8 Juni 2017
[Tob. 6:10-11; 7:1,6,8-13; 8:1,5-9; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk.
12:28b-34]
MENCINTAI ALLAH DAN SESAMA
Gerakan belarasa Berkhat
Santo Yusuf (BKSY) berada dalam naungan Komisi PSE (Pengembangan Sosial
Ekonomi) KAJ. Komisi PSE di keuskupan mana pun hendak menampilkan gereja yang ‘berbuat’,
sebagai bagian dari gereja yang ‘berdoa’. Berdoa dan berbuat (hal yang baik),
adalah sesuatu yang tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan beriman. Kalau kita
bisa setiap hari berdoa, hafal Kitab Suci, berdevosi setiap hari, tapi tetap
berbuat jahat, maka hidup beriman kita belumlah sesuai dengan kehendak Allah
sendiri. Maka, hendaklah kita juga ambil bagian dalam tugas gereja yang ‘berbuat’
ini, dengan terus melakukan hal-hal yang baik, dalam tugas dan pelayanan di
gereja dan masyarakat. Hidup beriman yang baik, hendak mengejawantahkan hukum
Allah yang terutama, yaitu hukum kasih.
Sabda Tuhan hari ini
hendak mengingatkan kepada kita bahwa kasih kepada Allah, perlu diwujudkan pula
dengan kasih kepada sesama. Yesus bersabda: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan
dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti diriu sendiri.
Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.” Kasih kepada
Allah adalah prioritas kehidupan kita, namun kasih itu perlu diwujudkan bukan hanya
dalam doa, namun dalam tindakan nyata, yang baik dan berguna bagi sesama. Sabda
Tuhan hari ini, terasa begitu sering didengar dan begitu mudah diucap, namun
justru paling sulit dilakukan. Semoga, Tuhan sendiri yang menggenapi dan
menyempurnakan semua usaha kita.
Selamat pagi, selamat
mencintai Allah dan sesama. GBU.
#james5buceng2
