Kamis, 16 Maret 2017
[Yer 17:5-10; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 16:19-31]
JANGAN TUNDA LAGI! JANGAN TERLAMBAT!
Antara Solo, Jogja dan Kutoarjo, ada kereta api
Prambanan Ekspres atau disingkat Prameks. Prameks ini punya jadwal-jadwal
tertentu dan kuota tiket. Maka, pada suatu hari, ketika hendak pulang ke Jogja,
karena terlambat ke stasiun, maka saya kehabisan tiket Prameks, di jam saya
inginkan. Maka, saya harus menunggu kereta berikutnya, yang baru akan berangkat
satu setengah jam kemudian. Sebuah kerugian, karena saya juga tidak bisa
mengejar waktu, untuk satu acara lain di Jogja. Permulaanya karena terlambat ke
stasiun. Saya tidak mempertimbangkan bahwa perjalanan ke stasiun tidak selancar
seperti yang saya bayangkan. Keterlambatan membuat saya harus membayar ‘harga’
yang cukup lumayan, karena menimbulkan masalah yang berikutnya.
Berbicara tentang keterlambatan, Injil hari ini
juga menceritakan hal yang demikian. Orang kaya yang terlambat berbuat baik,
dan justru Lazarus, orang miskin yang selama di dunia menderita, dapat berada
di pangkuan Abraham di surga. Orang kaya terlambat untuk mengasihi sesama, karena
terlena hidup dalam kemewahan. Sebenarnya ia punya kesempatan untuk menunjukkan
kasih, ketika Lazarus berbaring di depan pintunya, namun kesempatan itu tidak
digunakan dengan baik. Dan pada akhirnya, ketika semua sudah terlambat, yang
ada adalah sebuah penyesalan. Ada keterlambatan yang masih bisa ditebus dengan
sejumlah harga, tetapi ada pula keterlambatan yang benar-benar tidak bisa lagi
kita tebus walau dengan harga sebesar apapun. Semoga hidup kita dipenuhi
kebijaksanaan dan kearifan sehingga mampu menghitung hari dan menghargai detik
demi detik yang Tuhan berikan. Orang kaya itu tidak punya lagi kesempatan, tapi
kita masih punya. Maka, jangan menunda lagi, supaya kita tidak sampai berakhir
di tempat yang sama dengan orang kaya tersebut.
Selamat pagi, selamat mengusahakan kebaikan
kepada siapapun. GBU
#james5buceng2

