[Kej. 1:1-19; Mzm.
104:1-2a,5-6,10,12,35c; Mrk. 6:53-56]
EKARISTI SEBAGAI
SARANA KEHADIRAN TUHAN YANG NYATA
Di Seminari
Kentungan, ada kapel adorasi yang dibuka setiap hari dari pukul 16.00 sampai
pukul 21.00. Selain para frater yang bertugas ‘jaga bakti’ sesuai jadwal,
banyak umat dari luar yang datang untuk berdoa di sana. Kadang, di luar jam
tersebut, setelah misa pagi misalnya, ada juga frater atau umat yang berdoa di sana. Kehadiran Yesus yang nyata hadir dalam Sakramen Mahakudus yang ditahtakan di tempat tersebut, menarik banyak orang untuk datang, berdoa, dan merasakan ‘jamahan’ secara fisik maupun rohani. Dan, saya kira, itu tidak hanya kapel adorasi di Seminari Kentungan, tapi kapel adorasi di tempat lain, juga dikunjungi banyak orang yang ingin mengalami kehadiran Yesus yang nyata dan menimba kekuatan rohani dariNya. Sebagai anak-anak Allah, tentu kita selalu memiliki kerinduan akan kehadiranNya, yang selalu hadir dalam Gereja dan juga di dalam diri kita sendiri.
Di dalam bacaan
Injil hari ini ini, Yesus yang mendarat di Genesaret, sudah ditunggu banyak
orang sakit yang berdesak-desakan untuk mendapat kesembuhan dariNya. Dalam hal
ini, kehadiran Yesus dirasakan sebagai tindakan keselamatan, karena Ia
senantiasa hadir dan menyertai mereka yang ‘sakit’. Pada saat ini, Gereja
merasakan kehadiran Yesus yang terus menerus dalam sakramen-sakramen, terutama
Sakramen Ekaristi, karena di sana lah Tuhan hadir secara nyata dalam Sabda dan
mempersembahkan Tubuh dan DarahNya untuk keselamatan manusia. Maka, semoga
dalam setiap Ekaristi yang kita rayakan, kita pun sungguh merasakan kehadiran
Tuhan yang datang untuk menyelamatkan hidup kita.
Selamat pagi,
selamat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
#james5buceng2
